Bisnis dan Hukum
Bisnis

Updated 03 Feb 2026

Banyak Partner Bisnis Yang Berakhir Menjadi Musuh?

Di awal semuanya terasa indah, visi sejalan, semangat membara, rencana besar disusun dengan rapi. Tapi seiring waktu, banyak kerja sama bisnis justru berakhir dengan konflik, saling sindir di media sosial, bahkan yang lebih buruknya sampai putus hubungan. Fenomena partner bisnis yang awalnya “satu tujuan” lalu berubah jadi musuh bukan hal langka dan hampir selalu punya pola yang terbilang selalu sama.

Banyak partner bisnis yang dimulai dari kedekatan personal seperti, teman nongkrong, saudara, atau rekan lama. Sayangnya, kedekatan ini sering membuat satu hal krusial atau penting yang terabaikan, yaitu aturan main yang jelas. Bisnis dijalankan bermodalkan rasa percaya, bukan kesepakatan tertulis, karena mau sebagaimana mungkin memulai partner dalam sebuah bisnis diharuskan adanya kesepakatan tertulis di dalamnya.

Karena Tidak Ada Perjanjian Tertulis, Ekspektasi Yang Berbeda Ini Pelan-Pelan Dapat Memicu:

1.  Pembagian keuntungan menjadi abu-abu.

2. Siapa yang berhak mengambil keputusan tidak jelas.

3. Tanggung jawab operasional tumpang tindih.

Oleh karena itu Kerja sama dalam sebuah bisnis seharusnya mempercepat pertumbuhan, bukan menciptakan luka jangka panjang. Jadi, sebelum memulai bisnis bersama siapa pun seakrab apa pun hubungannya pastikan fondasi profesionalnya kuat. Sebab dalam bisnis, aturan yang jelas justru menjaga hubungan tetap baik, bukan sebaliknya.